Hukum Mencari Penghasilan Melalui Game Online

Hukum Mencari Penghasilan Melalui Game Online Menurut Muhammadiyah

DAKWAHMU - Di Era modern seperti sekarang ini semua menjadi lebih mudah. Karena faktor menjamurnya internet menjadikan serba online. Mulai dari membeli pakaian sampai kebutuhan pokok kita sehari-hari. Apalagi untuk orang yang sibuk dengan pekerjaannya, cara membeli barang secara online menjadi solusi. Selain bisa menghemat waktu juga bisa menghemat tenaga.

Selain untuk belanja online, tren sekarang ini adalah bisa mencari penghasilan. Kalau sepuluh tahun lalu mencari penghasilan dari online hanya untuk sampingan, dijaman sekarang sudah bisa untuk menjadi pekerjaan utama. Tapi tentunya tidak semua penghasilan dari dunia maya bebas dari hukum haram seperti halnya pekerjaan didunia nyata. Salah satu contoh adalah Game Online yang dijadikan pekerjaan utama padahal dulunya hanya sebagai hiburan semata.

Terus bagaimana menurut Islam menyikapi hal seperti itu ? Berikut ini merupakan penjelasan singkat yg diambil dari akun instagram lensamu :
Setelah melakukan penelitian ke berbagai jenis game yang menyediakan keuntungan penghasilan, tim fatwa tarjih Muhammadiyah menyimpulkan bahwa game-game tersebut termasuk jenis permainan yang haram untuk dilakukan. Di samping karena memiliki dampak-dampak negatif, yang lebih penting dari itu adalah karena unsur perjudian jelas-jelas terdapat di dalamnya. Kiranya perlu mendapatkan penegasan tersendiri di sini, bahwa setelah kami lakukan sejumlah penelitian, game dengan nama Texas Holdem Poker yang include dengan jejaring sosial facebook, adalah salah satu jenis game yang haram untuk dimainkan. Di dalamnya unsur perjudian sangat terang benderang.

Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa permainan ini telah banyak mengakibatkan perilaku amoral di kalangan para pecandunya. Perilaku amoral yang sering terjadi adalah pencurian akun facebook milik orang lain agar sang pemain game bisa mendapatkan chip pemiliknya. Oleh karenanya, game Texas Holdem Poker dan game-game yang serupa dengannya, yang memiliki kesamaan illah (kausa hukum), layak dihukumi haram.

Mengenai haramnya perjudian, dalam al-Quran Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ. [المآئدة،
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” [QS. al-Maidah (5): 90]

Haramnya mencari penghasilan melalui game online didasarkan setidaknya pada dua hal, yaitu:

1. Penghasilan dari game online tersebut menyalahi sunnatullah dalam mencari rizki, yaitu dengan melakukan kerja keras serta upaya sekuat tenaga. Game hanya bisa menjanjikan “kebetulan” dan “angan-angan kosong” belaka, bukan kesungguhan dan kerja keras.

2. Islam mensyaratkan bahwa seseorang bisa mendapatkan rizki dengan transaksi legal (tabâdul syar’iyyah) yang melibatkan dua belah pihak atau lebih (Qaradawi,Fiqhu al-Lahwi wa al-Tarwîhi). Prinsip ini tidak terdapat dalam game online.
Semoga setelah membaca artikel tersebut kita bisa berhati-hati bahwa tidak semua yang menghasilkan dari internet diperbolehkan dalam agama Islam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hukum Mencari Penghasilan Melalui Game Online"

Post a Comment